Senin, 12 Agustus 2013

Ibumu dan Sholatmu, Puasamu dan Suamimu

Adakah kewajiban yang lebih mulia dari sholat sunnah ?
Bila ibumu memanggilmu demi satu keperluan maka batalkan sholat sunnahmu karena panggilan ibumu berada di atas sholat sunnahmu...
Adakah kewajiban yang lebih utama dari puasa sunnah ?
Bila suamimu memandang ke arahmu dan berniat bercanda mesra denganmu hingga tersirat niat dalam hatinya agar engkau membatalkan puasa sunnahmu maka batalkanlah puasamu sebab memenuhi niat hatinya berada di atas puasa sunnahmu...
Bayangkan bila kini kau yang lajang memuliakan ibumu, mendengar perkataannya, melaksanakan perintahnya, mempermudah pekerjannya, tentu saja amalanmu lebih utama dari melaksanakan sholat sunnah seharian.
Begitu pula bila kau menyenangkan suamimu, melayani keperluannya, mendatanginya dengan wajah berseri, bisa saja kau tetap saja mendapati diri beramal dalam kondisi masih berpuasa walau sejatinya kau telah berbuka sejak magrib tiba.
Berbaktilah kepada keduanya, karena kau tahu kemuliaan keduanya disisimu setara bahkan lebih mulia dibandingkan amal-amal ibadah sunnah lainnya.

Meminang Bidadari Subuh

Bidadari subuh diciptakan untuk membangunkan pasangannya menyeru panggilan Illahi
Bidadari yang tidak lelah memotivasi suaminya untuk melangkahkan kaki menembus gelap di pagi hari
Bidadari yang mengenali Tuhannya melalui sunnah fajar dan lantunan adzan
Bidadari subuh tidak akan engkau temukan di majalah kecantika, brosur kosmetik, apalagi di cafe tengah malam
Bidadari subuh hanya dapat engkau temukan di relung-relung suci perempuan yang kecantikannya tersibak hanya di malam hari dan tertutup penuh di pagi hari
maka pilihlah Bidadari subuh, bukan yang bahkan tidak pernah mengenal Tuhannya kecuali matahari sudah meninggi di laman-laman status.

Minggu, 04 Agustus 2013

"KATA-KATA HIKMAH"

LEGENDA WANITA TERCIPTA DARI TULANG RUSUK PRIA

〃Wanita yang selalu mengembalikan yang lebih untuk pria〃

✽ Jika kamu memberinya rumah, maka ia akan memberimu kehangatan dalam rumahmu.

✽ Jika kamu memberinya beras, ia akan mengembalikan nasi untukmu.

✽ Jika kamu memberinya cinta, ia akan memberimu pengabdian seumur hidupnya.

✽ Tapi jika kau memberinya hinaan, ia akan memberimu do'a dalam air mata kepedihannya, dan itu berarti siapkan dirimu untuk berjuta kemalangan.

✽ Jika kemarin kamu berdo'a dan yakin bahwa dialah tulang rusukmu, maka terimalah dia bukan sebagai wanita yang sempurna, melainkan sebagai wanita yang terbaik dari ALLAH.

✽ Bukanlah dia yang tidak pernah berbuat salah, tapi dia yang selalu berkata maaf untuk setiap kesalahannya dan ia yang punya sejuta maaf untuk kesalahanmu.

✽ Ia yang menerima masa lalumu dan yang siap merancangkan masa depannya bersamamu.

✽ Ia yang selalu cemas dan hilang akal ketika kamu tak memberinya kabar.

✽ Jika dulu sifat manjanya membuatmu tertawa lucu, cemburunya berarti sayang, air matanya bisa menyayat hatimu, tapi sekarang semuanya itu jadi alasan kamu melepaskannya, maka renungkanlah kembali perbuatanmu!

Mengapa wanita tercipta dari tulang rusuk pria, bukan dari tulang kepala? karena wanita bukan untuk memimpin pria.

Bukan dari tulang kaki, karena wanita bukan alas kaki pria.

Wanita tercipta dari tulang rusuk pria karena dekat dengan hati, agar wanita menjadi pendamping, penjaga hati.

Karena wanita akan terlelap dalam dekapan pria.

Karena wanita tahu dari sana dia berasal.

Semoga bermanfaat buat kita semuanya..

Yaa ALLAH...

Terangilah jiwa kami dengan cahaya-MU, bimbinglah langkah kami dengan petunjuk-MU dan jagalah kami dan keluarga kami dari siksa api neraka.

Yaa ALLAH...

Bimbinglah agar kami senantiasa memperbaiki diri, menyesali tiap kehilafaan dan berilah kekuatan agar kami mampu untuk tidak mengulanginya.

Yaa ALLAH...

Ampunilah kehilafan kami, orang tua kami, saudara kami serta para jama'ah yang membaca tulisan ini.

Aamiin

Selasa, 30 Juli 2013

"KATA-KATA HIKMAH"


IBU BERKATA..... .

Anakku,ketahuil ah bahwa istrimu adalah tulang rusukmu yang telah kamu temukan, sebagaimana
tulang yang membangun badanmu,maka lindungi dia
dengan darah dan dagingmu.. .

Anakku, bahwasanya istrimu adalah penyeimbang dalam kehidupanmu,mak a dengarkanlah dia,berikan perhatian kepadanya tiap saat sehingga dia akan selalu
merasa dihargai.. .

Anakku,seperti ibumu ini,dia juga akan mengandung buah cinta kalian, dia akan merasakan
cobaan yang besar selama mengandung,maka
jagalah dia,sayangi dia,kuatkanlah dia sebagaimana dia
menjaga buah hatimu selama mengandung.. .

Anakku kamu adalah pemimpin keluarga kecilmu kelak, jadilah imam yang arif,bijaksana serta
pintar,niscaya keluarga kecilmu akan merasakan
kedamaian luar biasa... .

Anakku, kamu adalah punggung keluargamu,jang anlah kamu sekali kali mengeluh,karena keluhanmu hanya akan membuat istrimu sedih,seorang ayah harus siap berkorban untuk
keluarganya.. .

Anakku ketahuilah,ibum u sudah semakin tua,bimbinglah keluargamu menuju jalan yang diridhoi
oleh Yang Maha Kuasa,sehingga ketika ibumu
menghadap-Nya,i bu tidak malu karena berhasil mendidik seorang Imam keluarga yang baik. .

Anakku,sejak bayi sampai sekarang kamu akan menikah,ibu tak pernah menuntutmu atau memintamu
sedikitpun,Ibu hanya berharap,perlak ukan istrimu sebagaimana kamu memperlakukan Ibumu,karena
Istrimu juga adalah seorang ibu dari anakmu...

Selasa, 23 Juli 2013

BAB III tentang pengaruh penyuluhan terhadap motivasi



BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.    Metode dan Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan suatu strategi penelitian dalam mengidentifikasi permasalahan sebelum perencanaan akhir pengumpulan data dan dapat digunakan peneliti sebagai petunjuk dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian untuk mencapai suatu tujuan/menjawab suatu pertanyaan penelitian (Nursalam, 2008). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif design analitik eksperimen dengan pendekatan pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest design. Penelitian pre-eksperimental one group pretest-posttest design adalah suatu penelitian pre-eksperimental dimana peneliti memberikan perlakuan pada kelompok studi tetapi sebelumnya diukur atau di test dahulu (pretest) selanjutnya setelah perlakuan kelompok studi diukur atau ditest kembali (posttest) (Budiman, 2011). Rancangan penelitian one group pretest-posttest design ini tidak ada kelompok pembanding/kontrol (Notoatmodjo, 2010). Alur penelitian ini adalah ( Budiman, 2011 ) :

 


Skema 3.1 Penelitian Pre Eksperimental one group pre test-post test design
Penelitian ini mendeskripsikan pengaruh penyuluhan senam hamil terhadap motivasi ibu hamil melakukan senam hamil di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang.

B.     Variabel Penelitian
Variabel adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran yang dimiliki oleh satuan penelitian tentang sesuatu konsep pengertian tertentu (Notoatmodjo, 2010). Variabel dibagi menjadi variabel independen yang merupakan suatu variabel penelitian yang tidak ketergantungan kepada variabel penelitian lainnya, disebut juga variabel sebab/variabel bebas/variabel mempengaruhi dan variabel dependen yaitu suatu variabel penelitian yang ketergantungan kepada variabel penelitian lainnya, disebut juga variabel akibat/variabel terikat/variabel dipengaruhi (Budiman, 2011).
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
Variabel Independen adalah penyuluhan senam hamil di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang.
Variabel dependen adalah motivasi ibu melakukan senam hamil di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang.

C.    Populasi, Sampel dan Teknik Sampling
1.      Populasi
Populasi penelitian adalah keseluruhan subyek penelitian atau subyek yang diteliti (Notoatmodjo, 2010). Populasi dalam penelitian ini yaitu 20 ibu hamil trimester II dan III yang mengikuti kelas ibu hamil di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang.
2.      Sampel
Sampel merupakan subyek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2010). Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2010). Pada penelitian ini sampel diambil dari ibu-ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang yaitu sebanyak 19 ibu hamil, dimana 1 responden dinyatakan drop out karena tidak memenuhi kriteria inklusi.
3.      Teknik Pengambilan Sampling
Teknik pengambilan sampling dari penelitian ini adalah sampling jenuh. Cara pengambilan sampel ini adalah dengan mengambil semua anggota populasi menjadi sampel. Cara ini dilakukan bila populasinya kecil, seperti bila sampelnya kurang dari tiga puluh maka anggota populasi tersebut diambil seluruhnya untuk dijadikan sampel penelitian ( Aziz A., 2009  ) dengan responden penelitian sebanyak 19 ibu hamil.

D.    Kerangka Kerja 
Kerangka kerja adalah suatu uraian dan visualisasi hubungan atau kaitan antara konsep satu terhadap konsep yang lainnya, atau antara variabel yang satu dengan variabel yang lain dari masalah yang ingin diteliti (Notoatmodjo, 2010).  Kerangka kerja dalam penelitian ini terlihat dalam skema 3.2 berikut :


Menentukan masalah
 
Skema 3.2 Kerangka Kerja


 






Post test

 
Memberikan intervensi (penyuluhan senam hamil)
 
Pre test

 
 













 



Keterangan  :  
                        =  Diteliti                    
=  Tidak diteliti

E.     Hipotesis
Hipotesis adalah suatu jawaban sementara dari pertanyaan penelitian (Notoatmodjo, 2010). Hipotesis dalam penelitian ini adalah :
Ha yaitu ada pengaruh penyuluhan senam hamil terhadap motivasi ibu melakukan senam hamil di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang.
F.     Definisi Operasional
Untuk membatasi ruang lingkup atau pengertian variabel-variabel dia,ati/diteliti, perlu sekali variabel-variabel tersebut diberi batasan atau “definisi operasional” dan juga bermanfaat untuk mengarahkan kepada pengukuran/pengamatan terhadap variabel – variabel yang bersangkutan serta pengembangan instrument (alat ukur) (Notoatmodjo, 2010). Definisi operasional dapat dilihat pada tabel 3.1 sebagai berikut :
Tabel 3.1 Definisi Operasional Penelitian
No
Variabel
Sub Variabel
Definisi Operasional
Cara Ukur
Alat Ukur
Hasil     Ukur
Skala Ukur
1
Variabel dependen:
Motivasi ibu melakukan senam hamil di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang


Suatu dorongan baik yang berasal dari dalam diri maupun luar diri seorang ibu hamil trimester II, III yang mengikuti kelas ibu hamil untuk melakukan senam hamil selama kehamilan ibu di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang

Mengisi kuesioner nomor 1-29 dengan memberi tanda (check list) pada lembar jawaban.

Lembar kuesioner
Menggunakan skala Guttman
Ya    =1
Tidak=0

Untuk pertanyaan negatif kategori nilai berlaku terbalik.

Motivasi Kuat :
 67–100%
Motivasi Sedang :
 34–66%
Motivasi lemah :
 0–33% (Hidayat, 2009).


Ordinal   
2

Motivasi intrinsik ibu melakukan senam hamil di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang
Suatu dorongan yang berasal dari dalam diri seorang ibu hamil trimester II, III yang mengikuti kelas ibu hamil untuk melakukan senam hamil di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang
Mengisi kuesioner dengan memberi tanda (check list) pada lembar jawaban :
No. 1- 15
Lembar kuesioner
Menggunakan skala Guttman

Ya    =1
Tidak=0
Untuk pertanyaan negatif kategori nilai berlaku terbalik.
Motivasi Kuat :
 67–100%
Motivasi Sedang :
 34–66%
Motivasi lemah :
 0–33% (Hidayat, 2009).
Ordinal   
No
Variabel
Sub Variabel
Definisi Operasional
Cara Ukur
Alat Ukur
Hasil     Ukur
Skala Ukur
3

Motivasi ekstrinsik ibu melakukan senam hamil di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang
Suatu dorongan yang berasal dari luar diri seorang ibu hamil trimester II, III yang mengikuti kelas ibu hamil untuk melakukan senam hamil di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang
Mengisi kuesioner dengan memberi tanda (check list) pada lembar jawaban :
No. 16 - 29
Lembar kuesioner
Menggunakan skala Guttman
Ya    =1
Tidak=0

Untuk pertanyaan negatif kategori nilai berlaku terbalik.
Motivasi Kuat :
 67–100%
Motivasi Sedang :
 34–66%
Motivasi lemah :
 0–33% (Hidayat, 2009).

Ordinal   
4
Variabel Indepen- den:
Penyuluhan senam hamil di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang


Kegiatan pemberian pendidikan/ informasi kesehatan mengenai senam hamil selama kehamilan kepada ibu-ibu hamil di kelas ibu hamil dengan materi mengenai pengertian, tujuan, manfaat, syarat dan cara serta melakukan senam hamil bersama ibu-ibu di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang

Dilakukan satu kali pertemuan selama 30menit kepada ibu-ibu hamil dalam kelas ibu hamil yang dilakukan di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang


-           


-           


-           

G.    Metode dan Teknik Pengumpulan Data
Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya (Arikunto, 2010). Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan kepada subyek dan proses pengumpulan karakteristik subjek yang diperlukan dalam suatu penelitian. Metode pengumpulan data dapat mencakup wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi ( Notoatmodjo, 2010).
Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto, 2010). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuesioner yang dibagikan kepada ibu – ibu hamil kelas ibu hamil di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang melalui langkah-langkah :
1.      Survey awal untuk menentukan daerah/tempat yang di jadikan tempat penelitian, peneliti memilih Puskesmas Jaya Mekar Padalarang disebabkan karena dalam memilih sampel lebih mudah karena sampel sudah berkumpul disatu tempat.
2.      Melakukan izin di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang untuk melakukan penelitian.
3.      Peneliti menentukan responden sebagai subyek penelitian dan didapatkan populasi 20 ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang.
4.      Sebelum penelitian dimulai, dijelaskan kepada subyek penelitian dalam hal ini para ibu. Jika subyek penelitian setuju untuk mengikuti penelitian, maka diminta bukti persetujuan secara tertulis berupa Informed Consent.
5.      Memberikan kuesioner tentang motivasi ibu melakukan senam hamil untuk diisi oleh ibu hamil sebagai pre test.
6.      Mengambil kembali kuesioner setelah ibu hamil selesai mengisi.
7.      Mengecek kuesioner apakah sudah diisi dengan lengkap.
8.      Memberikan intervensi berupa penyuluhan senam hamil yang dilakukan satu kali pertemuan selama 30 menit kepada ibu-ibu hamil dalam kelas ibu hamil yang dilakukan di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang dimana peneliti sebagai penyuluh dengan dibantu oleh 3 orang sebagai fasilitator (format penyuluhan senam hamil terlampir).
9.      Responden dinyatakan drop out karena ibu  tidak hadir/tidak datang pada penyuluhan senam hamil dan didapatkan satu ibu tidak hadir pada saat penyuluhan senam hamil diberikan sehingga responden dalam penelitian ini sebanyak 19 ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang.
10.  Ibu hamil diberikan kuesioner untuk diisi sebagai post test guna melihat perubahan motivasi ibu melakukan senam hamil yaitu pada minggu kedua setelah penyuluhan diberikan, yaitu peneliti mendatangi ibu hamil di tempat atau juga  mengadakan janji untuk bertemu di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang atau di Balai Persalinan tempat ibu biasa periksa hamil.
11.  Peneliti mengambil kembali kuesioner setelah ibu hamil selesai mengisinya dan mengecek kuesioner apakah sudah diisi dengan lengkap.

H.    Instrumen penelitian
1.      Instrumen Penelitian
Suatu alat yang selalu diperlukan untuk pengumpulan data dengan cara apa pun disebut “instrumen pengumpulan data”. Alat pengumpul data ini tergantung pada macam dan tujuan penelitian serta data yang akan diambil (Notoatmodjo, 2010). Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang telah disusun untuk memperoleh data sesuai yang diinginkan peneliti (Wasis, 2008). Penelitian ini menggunakan kuesioner berbentuk check list yang berisi pertanyaan langsung dan tertutup dengan jenis pertanyaan positif dan negatif untuk mendeskripsikan motivasi ibu hamil melakukan senam hamil dengan jumlah 30 item pertanyaan yang terdiri dari 15 item untuk motivasi intrinsik dan 15 item untuk motivasi ekstrinsik. Kuesioner dan tabel kisi – kisi kuesioner untuk lebih jelas dapat dilihat pada lampiran.
2.      Validitas dan Reliabilitas
a.       Validitas
Validitas adalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur itu benar-benar mengukur apa yang diukur (Notoatmodjo, 2010). Peneliti melakukan uji validitas di Desa Jaya Mekar Padalarang pada 20 orang ibu-ibu hamil, dengan menggunakan df = n – 2, sehingga didapatkan 20 – 2 = 18 pada r tabel atau r t(5%) = 0,468. Jumlah item pertanyaan sebanyak 30, item pertanyaan yang valid sebanyak 29 dan 1 item tidak valid, maka item pertanyaan tersebut dibuang yaitu nomor 18. Peneliti membuang nomor 18 karena sub variabel dari motivasi ekstrinsik telah terwakili oleh item pertanyaan yang lainnya. Sebanyak 29 item pertanyaan dipakai sebagai instrumen penelitian oleh peneliti.

b.      Reliabilitas
Realibitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukuran dapat dipercaya atau dapat diandalkan (Alimul, 2009). Uji reliabilitas dilakukan terhadap 20 responden dan diolah dengan bantuan perangkat lunak computer dengan menggunakan rumus spearman Brown (Alimul, 2009). Pertanyaan yang sudah valid dilakukan uji reliabilitas dengan cara membandingkan rtabel dengan rhasil. Semua pertanyaan/pernyataan kuesioner reliabel dan nilai reliabilitasnya sangat tinggi, karena mempunyai rhitung = 0,967 rtabel = 0,472 ,dimana rhitung > rtabel dengan tingkat kemaknaan 5% (0,05) (Arikunto, 2006).

I.       Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian merupakan suatu langkah yang harus ditempuh oleh peneliti dalam melakukan penelitian guna mencari informasi dari jawaban atas permasalahan yang sedang terjadi. Prosedur penelitian ini terbagi 3 yaitu:
1.         Tahap Persiapan
a.       Penyusunan proposal pada bulan Oktober 2012-  Maret 2013.
b.      Membuat surat ijin yang ditujukan kepada Kepala Puskesmas Jaya Mekar Padalarang.
c.       Memperoleh ijin penelitian di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang  oleh kepala Puskesmas sebagai tempat penelitian dilakukan.
d.      Melakukan peninjauan jumlah populasi terjangkau di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang  yang akan digunakan untuk menentukan jumlah sampel yang akan diteliti.

2.     
Menentukan  responden sesuai dengan inklusi yaitu ibu hamil trimester II dan III yang mengikuti kelas ibu hamil
 
Tahap Pelaksanaan



 










           
  Skema 3.3 Tahap Pelaksanaan Penelitian





3.      Tahap Penyelesaian
Peneliti mengevaluasi hasil pengolahan data yang telah dilakukan untuk mengidentifikasi pengaruh penyuluhan senam hamil terhadap motivasi ibu melakukan senam hamil di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang.

J.      Metode Pengolahan Data
Metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara pengolahan data statistik, menurut Agus Ryanto (2009). Penelitian ini mengunakan pengolahan data komputer. Tahap pengolahan data yaitu :
1.      Editing
Editing merupakan kegiatan untuk pengecekan kuesioner apakah sudah diisi dengan lengkap, jelas jawaban dari ibu, relevan jawabannya dengan pertanyaan serta konsisten. Data yang tidak lengkap akan dikembalikan kepada ibu untuk diisi kembali dan dikembalikan pada saat itu juga. Ibu-ibu hamil yang telah mengisi kuesioner pada penelitian ini, kemudian dikoreksi kuesionernya oleh peneliti. Jawaban yang tidak lengkap, akan dikembalikan oleh peneliti kepada ibu untuk dilengkapi kembali dan apabila lengkap selanjutnya ditabulasi.
2.      Coding
Pengkodean atau coding merupakan kegiatan mengubah data berbentuk huruf menjadi data berbentuk angka/bilangan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah mengubah data berbentuk huruf menjadi data berbentuk angka sehingga mempercepat saat pemasukan data dan mempermudah analisa data. Pengkodean yang dilakukan yaitu 1 untuk “ya” dan 0 untuk “tidak” dan untuk pertanyaan negatif kode 1 untuk “tidak” dan 0 untuk “ya” .
3.      Prosessing, adalah proses entry data dari kuesioner ke dalam statistik dengan bantuan program komputer.
4.      Cleaning, merupakan pengecekan data yang sudah di entry apakah ada kesalahan atau tidak. Tujuan dilakukan cleaning yaitu untuk mengetahui data yang hilang (missing data), mengetahui variasi data, dan mengetahui konsistensi data.

K.    Teknik Analisa Data
Tujuan dilakukannya analisa data adalah untuk memperoleh gambaran dari hasil penelitian yang telah dirumuskan dalam tujuan penelitian, menguji  hipotesis penelitian yang telah dirumuskan, serta memperoleh kesimpulan secara umum dari penelitian yang merupakan kontribusi dalam pengembangan ilmu yang bersangkutan (Notoatmodjo, 2010). Teknik analisa data dalam penelitian menggunakan bantuan perangkat lunak berupa komputerisasi.
1.      Analisa Univariat
Analisa univariat bertujuan untuk menjelaskan/mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi frekuensi dan presentase dari tiap variabel (Notoatmodjo, 2010). Teknik analisa deskriptif univariat dalam penelitian ini adalah distribusi frekuensi motivasi ibu yang terbagi menjadi motivasi intrinsik dan ekstrinsik melakukan senam hamil sebelum dan sesudah penyuluhan senam hamil.

Hasil perhitungan presentasi analisa data univariat menggunakan skala menurut Arikunto (2006), yaitu :
a.       Apabila 0%                      : Tak seorang pun dari responden
b.      Apabila 1-19%                 : Sangat sedikit
c.       Apabila 20-39%               : Sebagian kecil
d.      Apabila 40-59%               : Sebagian
e.       Apabila 60-79%               : Sebagian besar
f.       Apabila 80-99%               : Hampir seluruh
g.      Apabila 100%                  : Seluruhnya

Berdasarkan hasil uji normalitas data menggunakan Shapiro-Wilk yaitu untuk melihat data berdistribusi normal untuk sampel kecil (<50) dan nilai kemaknaan (p) > 0,05 maka, data berdistribusi normal (Dahlan,2012). Data dalam penelitian ini berdistribusi normal karena memiliki nilai kemaknaan (p) yaitu pre test = 0,076 dan post test = 0,304. Sehingga peneliti dapat menggunakan uji t dependen untuk analisa data bivariat kedua variabel.

2.      Analisa Bivariat
Analisa data bivariat adalah analisa yang dilakukan lebih dari dua variabel (Notoatmodjo, 2010). Penelitian ini menggunakan uji t dependen yaitu teknik statistik untuk menilai satu kelompok subyek yang diberikan kondisi treatment yang berbeda, yaitu dalam hal ini menguji perbedaan motivasi ibu melakukan senam hamil sebelum dengan setelah penyuluhan senam hamil diberikan.
Tujuan pengujian ini adalah untuk menguji perbedaan mean antara dua kelompok data dependen. Peneliti hanya mengadakan perlakuan berupa penyuluhan senam hamil satu kali dan diperkirakan sudah memberikan pengaruh, kemudian hasilnya diambil kesimpulan. Pengolahan  data berdasarkan tingkat kemaknaan 95% (Alpha 0,05) dengan menggunakan perangkat lunak komputerisasi. Interpretasi hasil uji tdependen dengan kriteria uji :
Jika P ≤ a, dikatakan bermakna maka Ha diterima yaitu ada pengaruh penyuluhan senam hamil terhadap motivasi ibu melakukan senam hamil.
Jika P > a, dikatakan tidak bermakna maka Ha ditolakyaitu tidak ada pengaruh penyuluhan senam hamil terhadap motivasi ibu melakukan senam hamil.

L.     Etika penelitian
Semua penelitian yang erat kaitannya dengan manusia sebagai obyek harus mempertimbangkan etika. Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa kesehatan seringkali terdapat masalah etik.

Penelitian ini mengacu pada Pedoman Nasional Etika Penelitian Kesehatan (KNEPK - Depkes RI, 2004), antara lain:
1.      Menghormati Martabat Subjek Penelitian
Penelitian yang dilakukan harus menjunjung tinggi martabat seseorang (subyek penelitian). Peneliti mempertimbangkan hak-hak subyek untuk mendapatkan informasi yang terbuka berkaitan dengan jalannya penelitian serta memiliki kebebasan menentukan pilihan dan bebas dari paksaan untuk berpartisipasi dalam kegiatan penelitian (autonomy). Peneliti mempersiapkan informed consent kepada ibu-ibu hamil di Puskesmas Jaya Mekar sebagai prinsip menghormati harkat dan martabat manusia.
2.      Asas Kemanfaatan
Penelitian yang dilakukan mempertimbangkan manfaat dan resiko yang mungkin terjadi. Peneliti melaksanakan penelitian sesuai dengan prosedur penelitian guna mendapatkan hasil yang bermanfaat semaksimal mungkin bagi subyek penelitian dan dapat digeneralisasikan di tingkat populasi (beneficence). Peneliti meminimalisasi dampak yang merugikan bagi subyek (non maleficence). Apabila intervensi penelitian berpotensi mengakibatkan cedera atau stres tambahan maka subyek dikeluarkan dari kegiatan penelitian untuk mencegah terjadinya cedera, kesakitan, stres, maupun kematian subyek penelitian.
3.      Berkeadilan
Setiap orang diberlakukan sama berdasar moral, martabat dan hak asasi manusia. Hak dan kewajiban peneliti maupun subyek juga harus seimbang. Peneliti mengkondisikan lingkungan pada saat penelitian agar memenuhi prinsip keterbukaan yaitu kejelasan prosedur penelitian dan akan membagikan keuntungan dan beban secara merata.

M.   Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan terhadap ibu – ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang pada April sampai Mei 2013 (jadwal penelitian terlampir).